KAMPANYE KREATIF: Untuk JOKOWI Sepenuh Hati

Baru empat hari saya mengumumkan keberpihakan saya pada Capres-Cawapres JOKOWI-JK dalam tulisan di blog WordPress, rasanya adalah empat hari yang melegakan. What a relieve! Tak  pernah saya duga sebelumnya bahwa menyuarakan pilihan politik bisa senyaman ini.

IMG_305081396238898

Pada awalnya memang rada-rada canggung, baik di dunia maya – facebook, path, twitter – maupun di rumah, apalagi di kantor. Seperti punya aib yang diketahui umum, saya cangung menghadapi beberapa interaksi dengan rekan yang beda dukungan. Tapi tak lama kemudian dukunganpun datang, terutama dari rekan seperjuangan dimanapun berada. “Salam Dua Jari” adalah kata kunci yang menyatukan semua pendukung Jokowi, di seluruh Indonesia, di seluruh dunia, di arena maya maupun nyata. Sayapun jadi bersemangat untuk selalu menyuarakan rasa percaya saya pada Jokowi-JK.

Saya bukanlah juru kampanye, apalagi masuk jajaran tim sukses. Saya hanyalah simpatisan yang berani bilang jatuh hati sama Jokowi, dan relawan yang rela nyumbang waktu dan tulisan, tak beda dengan jutaan rakyat Indonesia lainnya yang mendukung Jokowi dengan caranya sendiri-sendiri. Oleh karena itu, saya masih sangat berhati-hati dengan opini-opini saya. Postingan status atau tautan laman via facebook dan path saya lakukan dengan banyak pertimbangan. Pada intinya adalah Kampanye Positif, yang ternyata tidak mudah juga implementasinya. Butuh sabar dan hati-hati. Saya hindari kesan terlalu mengkultuskan Jokowi, dan saya usahakan [sebisa mungkin] tidak menyebut atau membandingkan suatu hal dengan kubu Capres lain, atau kalaupun musti membandingkan saya harus menjaga kesan adil dan obyektif. Tidak mudah,tapi harus. Berbuat baik memang selalu disertai usaha.

IMG_302316972079430Termasuk dalam usaha tersebut, saya harus kreatif. Kreatifnya bisa dari diri saya sendiri saat menyampaikan opini, atau dari kreasi orang lain di dunia maya yang bisa saya lampirkan. Dan ternyata, menemukan kreatifitas yang segar untuk bahan kampanye Jokowi saat berlayar di dunia maya tidaklah sulit. Banyak banget! Saya jadi merasa seperti terseret dalam arus deras uforia rakyat yang mendukung Jokowi-JK. Derapnya sangat hebat! Saya sangat senang! Saya adalah bagian dari sebuah gerakan perubahan di tanah air ini! Saya tak pernah sangka sebelumnya, karena setau saya kalau kita mau berjuang untuk perubahan di negara yang sudah merdeka, caranya adalah ikutan demo dimana-mana, sedangkan usia saya tak lagi muda. Jaman sudah berubah, Bro! Dari depan laptop dan genggaman hape saja, saya sudah bisa merasa ikut berjuang! Berjuang untuk pembaruan Indonesia, berjuang untuk persatuan Indonesia! Saya bangga bisa begini!

Dan ini semua tidak mungkin terjadi jika tak ada Jokowi, yang menyuarakan revolusi, yang saya dukung dari hati.

 

REVOLUSI MENTAL

Tampaknya – mungkin bahkan tanpa disadari sebelumnya oleh Jokowi sendiri saat menemukan gagasan ini – Revolusi Mental adalah sebuah jargon yang dipegang erat oleh rakyat. Dan bagi rakyat kreatif negeri ini, jargon yang singkat-padat-jelas ini bisa dipakai sebagai bahan baku dalam menggaungkan sebuah perjuangan. Apalagi didukung oleh pernyataan Jokowi saat debat Capres yang lantang mendukung penuh Industri Kreatif negri ini. Seperti diguyur air di kala haus, para pelaku ‘kreatif praktis’ sontak berkarya cepat untuk memberi dukungan. Dukungan yang kreatif, dukungan yang harmonis, cinta damai, cinta perbedaan, cinta persatuan, cinta Jokowi, cinta Indonesia. Dan semua itu datangnya dari hati. Tak ada pencitraan, tak ada paksaan. Semua suka rela memberi dan memberi, lagi dan lagi, hanya untuk Jokowi dan harapan “Indonesia lebih baik” yang dinanti.

PhotoGrid_1404282678323Saya disini tidak akan mengupas isi dari Revolusi Mental ini. Saya hanya akan menyorotinya dari sisi komunikasi kreatifnya kepada masyarakat. Setidaknya ada tiga video narasi menarik yang bisa saya temukan, yang berusaha menjelaskan dengan seringan mungkin untuk sesuatu yang sehebat Revolusi Mental ini. Dan ini berhasil! Mengunakan visualisasi animasi dari tangan seorang kartunis, esensi dari Revolusi Mental ini bisa tergambar dengan jelas. Mungkin justru jauh lebih jelas daripada pemaparan singkat oleh Jokowi-JK saat debat di tivi. Dan di saat berkembang banyak pendapat negatif muncul dari pihak-pihak yang sinis dengan revolusi ini, beberapa video di Youtube ini dapat jadi referensi agar kita lebih mengerti:

  1. Revolusi Mental Jokowi (Final): http://youtu.be/cpmqFBBCiRo
  2. Revolusi Mental: “Menghadirkan Negara yang Bekerja”: http://youtu.be/1Mx7Z-3lqlA
  3. Revolusi Mental The Movie (Keluarga Kopi): http://youtu.be/_KOPF0t5bT4

Screenshot_2014-06-30-22-58-05Tak berhenti disitu, beberapa musisipun tak tinggal diam mengapresiasi hadirnya Revolusi Mental ini. Tak kurang dari kelompok musik yang paling dicintai rakyat Indonesia, yaitu SLANK, berkolaborasi dengan beberapa musisi lainnya, ikut menyuarakan revolusi ini melalui lagu. Tak pelak lagi, jargon baru “Salam Dua Jari” yang ada di lagu itu langsung menjadi kata sandi nasional yang dipakai oleh semua pendukung Jokowi. Lagu-lagu lainpun bermunculan dalam berbagai aliran, dari pop, dangdut, rock, sampai jazzy r&b pun ada untuk menggaungkannya. Ada beberapa video yang menarik perhatian saya:

  1. Slank Dkk: Salam 2 Jari – Komunitas Revolusi Harmoni: http://youtu.be/N9H8IWxZMu4
  2. Marzuki Muhammad: http://youtu.be/yaVRHHZ-Ojw
  3. Jflow, Dira Sugandi, dkk: http://youtu.be/0QOU0Xjdkt4

PhotoGrid_1404275745203Tak mau ketinggalan, para insan pembuat film juga turut berkontribusi. Adalah seorang Edward Suhadi, pemilik rumah produksi foto dan video atas namanya sendiri, yang membuat kompilasi video-video singkat bertajuk “60 Detik Buat Kamu Yang Masih Bingung”. Silakan simak laman Youtube-nya. Disana ada beberapa pekerja seni dan public figure yang mengungkap pendapat mereka tentang alasan mendukung Jokowi, hanya dalam durasi video semenit. Simaklah. Dan dalam kesederhanaan akan anda temui, ungkapan hati mereka yang mencintai Jokowi.

Tanpa sengaja, semua kreatifitas ini adalah bagian dari Revolusi Mental. Rakyat sedang menginginkan perubahan, dan secara tidak sadar, kita sendiri sedang merubah pola pikir dan tindakan kita, untuk berani bicara, mengungkap isi hati yang kita percaya sebagai kebaikan, penuh manfaat, dilandasi perdamaian, untuk ditularkan kepada sesama manusia, di Indonesia, dan bahkan dunia pada saatnya.

Saya merasa sudah memulai revolusi ini pada diri saya sendiri. Anda ingin ikut serta? Silakan!

Advertisements