Capres 2014: Saya Memilih Dan Mendukung JOKOWI Untuk Indonesia

Adalah orasi Anies Baswedan di Youtube yang membuat saya angkat bicara disini. Judulnya: “Anies Baswedan’s Great Speech: Mengapa Jokowi?” Dan ini alamatnya: http://m.youtube.com/watch?v=r0iVrQXveOM Saya memilih Jokowi, dan untuk pertama kalinya seumur hidup, saya mempublikasikan dukungan politik saya.

keep-calm-and-vote-jokowi-jk-5

Pemilu kali ini memang jauh berbeda dari pemilu-pemilu sebelumnya. Maka tak heran kalau sayapun melakukan sebuah perubahan radikal terkait bagaimana saya menyikapi politik. Ini besar buat saya! Kalaupun memilih Jokowi bisa saya lakukan dalam hati, mendukungnya secara publik adalah hal baru yang bagi saya butuh waktu lama untuk memberanikan diri. Ini bukan saya, sejatinya. Tapi dalam hidup, kita terkadang harus berani membuat perubahan, berharap kebaikan akan datang menghampiri kita nantinya. Seperti halnya menikah, atau pindah rumah, atau pindah kerja, bagi saya menyuarakan pandangan politik butuh pertimbangan yang tidak sedikit.

Dalam tulisan saya di awal masa kampanye Pilpres 2014, yang mengungkapkan betapa buta saya terhadap politik hingga saya butuh untuk mulai mempelajari situasi politik demi memilih Presiden dengan informasi yang cukup, saya sudah merasa senang menjadi swing voter dan mendukung kampanye “anti golput”. Saya pikir waktu itu hanya sebatas itulah komunikasi politik yang berani saya sampaikan kepada publik. Namun kemudian hati saya meminta lebih. Seperti jatuh cinta yang selalu ingin dunia tahu “betapa besar cintaku padamu”, perkembangan kampanye Pilpres yang marak ini mendorong saya untuk berani memberi dukungan nyata. Dukungan ini memang buat Jokowi. Tapi karena beliau saya dukung sebagai pemimpin negri, maka saya bisa bilang bahwa dukungan saya ini adalah untuk Indonesia. Terlalu klise? Nggak juga. Namanya juga cinta. Saya jatuh cinta sama Jokowi, dan saya cinta negara saya Indonesia. Itu saja.

 

MENGAPA JOKOWI? MENGAPA SEKARANG?

PhotoGrid_1403972033841Terlambatkah saya? Pemilu tinggal hitungan jari lagi menghitung hari, sedangkan saya baru memutuskan untuk bersuara. Iya, agak terlambat. Tapi tak mengapa. Setidaknya saya berutang tulisan ini buat diri sendiri dan anak cucu saya nanti, untuk menjelaskan bahwa saya – atau ayahnya, atau eyangnya – ini dulu pernah mendukung Pak Jokowi, orang baik dan berprestasi milik Indonesia, apapun jadinya beliau nanti. Saya percaya kiprah beliau tak akan berhenti sampai disini. Mau di puncak atau di bawah, karakter beliau layak jadi panutan.

Terus terang, saat Pemilu Legislatif 2014 berlangsung, saya masih memandang sebelah mata pada iklan PDIP yang menjanjikan Jokowi sebagai Presiden. Saya pikir PDIP hanya mendompleng kepopuleran Jokowi untuk menang Pemilu. Dan saya juga merasa Jokowi ini belum saatnya jadi Presiden. Terlalu dini. Jadi Gubernur Jakarta aja belum kelar masa jabatannya. Presiden kan besar banget tanggung jawabnya. Begitulah jalannya logika saya waktu itu.

Tapi kemudian hari penobatan pasangan resmi Capres-Cawapres pun tiba. Jokowi adalah salah satu dari hanya dua kandidatnya. Mau tak mau saya harus memilih nantinya salah satu dari dua kandidat Capres yang saya tidak kenal baik orangnya. Maklum, saya buta politik. Buta banget! Maka mulailah saya meneliti karakter keduanya, mempelajari rekam jejaknya, mencari berita – baik fakta maupun fitnah – tentang mereka, sampai debat capres, tim sukses, serta visi misi masing-masing kubu. Lambat laun saya rasakan, hati dan otak saya cenderung memihak pada Jokowi.

Mengapa Jokowi? Satu yang utama adalah beliau mau bekerja. Ini kesan yang belum pernah saya dapat sebelumnya dari siapapun juga. Saya bukannya bilang bahwa Capres atau Presiden sebelum ini tidak mau bekerja, hanya saja dalam karakter Jokowi saya mendapat kesan bahwa orang ini dalam pencalonannya sebagai Presiden tidak semata memburu jabatan atau kekuasaan. Ini kesan ya, bisa jadi adalah hasil dari pencitraan, tapi saya memilih untuk tidak berprasangka negatif terhadap beliau, karena kebenaran sejati hanya beliau dan Tuhan yang tahu. Beliau tidak ingin berkuasa, beliau hanya ingin bekerja sesuai mandat yang diserahkan kepadanya untuk rakyat. Dan ini sudah terbukti sejak beliau menjabat Walikota Solo dan Gunernur Jakarta. Ini namanya amanah. Jabatan itu dipercayakan, bukan dicari sendiri.

Akibatnya, karena beliau ingin bekerja, maka visi misi yang dibuat oleh beliau cenderung aplikatif dan rinci. Saya suka ini! Saya jadi tahu, nantinya programnya Pak Jokowi ini apa saja dan penerapannya seperti apa. Dan saya jadi deg-deg-an sendiri sebagai antisipasinya, seperti tak sabar menunggu terjadinya. Apakah nanti akan terlaksana dan berhasil baik? Kita bisa mendiskusikannya, mendebatnya, mendukungnya, melaksanakannya, tapi sejatinya Tuhanlah yang menentukan, manusia hanya bisa berusaha dan berdoa. Tapi kalau jawabannya dikaitkan pada takdir Ilahi, berarti Capres lain juga punya kesempatan yang sama, dong! Benar sekali! Semua visi misi pasti baik, dan tujuannya pasti untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Tapi diantara dua kandidat Capres ini, kita cuma bisa pilih salah satu, maka kita harus bertanya pada diri sendiri, Capres mana yang lebih kita percaya bisa mewujudkan visi misinya. Bagi saya, saya percaya sama Jokowi-JK.

 

KAMPANYE POSITIF

IMG-20140617-WA0005Kalau di tulisan saya sebelumnya ada ulasan tentang kampanye negatif dan kampanye hitam, maka dalam mendukung Jokowi ini saya akan mengedepankan kampanye positif, yaitu mengeksplorasi sebanyak mungkin keunggulan dan visi misi Capres-Cawapres Jokowi-JK. Inilah kelebihan visi misi yang aplikatif, yaitu membuka peluang untuk diteliti lebih rinci. Diskusinya nanti bisa dukungan bisa bantahan, tapi yang pasti semua yang menelitinya jadi makin pintar, karena mereka jadi belajar, karena gagasan itu membuka wawasan.

Visi Misi Capres di jaman teknologi informasi secanggih sekarang ini seharusnya gampang diakses dan dicari via internet. Saya berniat turut menyebarluaskan program-program unggulan dari Jokowi-JK agar lebih dikenal oleh khalayak ramai. Tentu saja bukan tulisan saya sendiri yang saya sebarluaskan. Saya cukup memberi sedikit opini saja atas berita atau tautan laman yang banyak tersebar di seantero internet, sebatas otak saya yang cuma lulusan sarjana ekonomi ini bisa mencernanya. Opini selanjutnya, terserah anda. Tentu saja, apapun topik yang disampaikan adalah bahan dasar untuk sebuah diskusi panjang. Dalam banyak hal, saya bukanlah orang yang ahli di bidangnya untuk menjawab pertanyaan seputar visi misi tersebut. Namun jika saya ditanya lebih lanjut, maka akan saya usahakan mencari jawabannya semampu saya mencarinya.

Dalam rangka dukungan ini, saya kemudian membuka page baru di Facebook, judulnya “Prima Santika On Indonesia HEBAT”, selain saya juga punya blog di wordpress untuk membantu penyebarannya. Mohon maaf kalau saya agak narsis dengan mencantumkan nama saya disitu, karena alkisah saya ini seorang penulis novel, yang mana saya butuh menjual nama saya untuk page satunya lagi yang membicarakan tentang buku saya itu, judul Facebooknya “Prima Santika On Jane Austen”. Jadi, ini hanya masalah konsistensi saja buat saya pribadi. Cita-cita saya dengan page baru ini adalah berbagi informasi seputar visi misi dan prestasi Jokowi-JK untuk kampanye kepresidenan beliau berdua, serta kedepannya Insya Allah saya ingin bisa berbagi opini atas apa yang terjadi di sekitar kita dalam rangka menuju cita-cita mulia, Indonesia HEBAT! Saya ingin berpartisipasi, dan untuk sementara ini baru itulah yang bisa saya lakukan.

Beberapa page Facebook dibawah ini bisa menjadi referensi untuk mengetahui informasi dan dukungan buat Jokowi-JK:

Joko Widodo: https://www.facebook.com/JKWofficial

Jokowi-JK: https://www.facebook.com/JokowiJK2014

Kenapa Jokowi: https://www.facebook.com/KenapaJokowi

Dan yang ini punya saya: https://www.facebook.com/primasantikaonindonesiahebat

Saya sudah memilih, bagaimana dengan anda? Ingin turut bersuara? Silakan saja! Masih swing voter, boleh juga, asal jangan Golput nantinya. Bagi sahabat dan kerabat yang kebetulan mendukung Capres yang sama, mari kita dukung kampanye Jokowi-JK dengan baik, positif, kreatif dan bermanfaat. Dan bagi sahabat dan kerabat yang mendukung Capres lain, mari kita sukseskan bersama Pilpres 2014 ini dengan niat tulus untuk tetap bersatu, karena yang jauh lebih penting dibanding dukungan apapun untuk Capres manapun, dan juga jauh lebih penting dari Indonesia HEBAT atau Indonesia BANGKIT, adalah sila ketiga dari Pancasila, yaitu PERSATUAN INDONESIA!

MERDEKA!!!