Catatan Tentang CINTA Kepada ALLAH SWT

Pada suatu sholat malam…

Aku berdialog dengan Pemilik Alam…

Memohon pengampunan sedemikian dalam…

Meminta pertolongan atas masalah yang tampak kelam…

 

Di ujung dari deretan panjang permintaan tiada jemu…

Kupanjatkan “Ya Allah, kabulkan doaku, limpahkan rahmat-Mu…

Curahkan ridha-Mu, dan cintailah aku seperti aku…mmm…seperti aku…”

Aku terdiam, hatiku tersekam, lidahku kelu, otakku membeku…

 

Aku terbiasa dengan pikiran dan sikap romantis…

Rayuanku bukan gombal, meski biasanya terungkap otomatis…

“I just want you to love me like I love you” terucap praktis…

Karena aku yakin telah mencintai kekasihku dengan benar secara logis…

 

Maka pada malam itu aku terhenyak…

Tak yakin apakah cintaku kepada Allah bisa dipandang layak…

Dengan dosa yang pernah kubuat, dengan ibadah yang tidak cukup banyak…

Tiba-tiba aku merasa kecil, merasa malu, merasa tak pantas berkehendak…

 

Cinta kepada Allah berarti Cintanya Allah kepada kita harus dicari…

Tak cukup Rukun Iman kita percayai, tak cukup Rukun Islam kita lakoni…

Dosa harus minta diampuni, sabar harus dilalui, ibadah tak cuma yang wajib dijalani…

Demikian Pak Ustad menjelaskan, demikian Al Qur’an mengingatkan berulang kali…

 

Malam itu kuputuskan untuk tetap meminta…

Kepada siapa lagi kumohon perlindungan selain pada-Nya…

 

Wahai Maha Perkasa, Maha Bijaksana, Maha Pengampun, Maha Penyayang, Yaa Allah…

Cintailah aku, dan aku berjanji untuk selalu mencari Cinta-Mu, Insya Allah…

 

Jakarta, 14 Februari 2011

Advertisements