THE GREAT GATSBY: Novelnya, Filmnya dan Maknanya

great_gatsby_ver24_xlg

Pada saat saya dengar bahwa Baz Luhrmann akan mengadaptasi novel klasik ini menjadi sebuah film, saya sangat gembira dan tak sabar menanti penayangannya. Singkat cerita, setelah menontonnya di hari pertama pemutarannya di Indonesia, 17 Mei 2013, saya keluar dari gedung dengan rasa puas tiada tara. Baz Luhrmann memang hebat! Saya suka sekali film ini!

great_gatsby_ver15_xlgSaya sadar bahwa banyak kritikus film yang berpendapat sebaliknya, bisa jadi karena pemunduran jadwal tayang yang semula pada hari Natal tahun lalu, kemudian adanya kekhawatiran bahwa adaptasi versi Luhrmann ini PASTI akan lebih mementingkan style daripada esensi cerita apalagi dengan menggunakan 3D dan musik hiphop  untuk mengadaptasi kisah drama berlatar tahun 1920-an ini, dan yang terakhir adalah adanya beda pendapat diantara penonton film ini saat ditayangkan sebagai film pembuka di ajang The 66th Cannes Film Festival 2013. Dengan semua kondisi itu [bahkan lebih] yang membebani film ini, saya secara pribadi hanya bisa berpendapat: bahwa setiap orang berhak mengungkapkan apa yang DIRASA! Bagimanapun juga film adalah sebuah karya seni! Seperti halnya buku atau musik atau lukisan, jika kita suka ya kita beli, dan kalaupun tidak suka ya sudah, karena setiap orang pasti punya selera berbeda. Sesederhana itu, menurut saya.

Tapi sudahlah, sebaiknya sekarang kita bicarakan tentang THE GREAT GATSBY: bukunya, filmnya, dan nilai yang terkandung didalamnya. Namun demikian, sebaiknya saya infokan sedikit tentang diri saya, bahwa saya adalah penggemar berat Jane Austen. Oleh karenanya, bukunya F. Scott Fitzgerald ini sebetulnya bukan jenis buku yang biasa saya baca. Hanya saja, setelah menonton filmya, saya jadi ingin membaca novelnya untuk mengetahui struktur asli dari kisah ini. Selain itu, saya juga membongkar koleksi film untuk mencari video versi tahun 1974 yang dibintangi Robert Redford dan Mia Farrow. Sayapun menemukannya dan segera menontonnya. Dan inilah RASA yang saya peroleh.

 

NOVELNYA

great_gatsby_ver16_xlgNovelnya berisi sembilan bab. Berlokasi di New York pada masa kejayaan ekonomi dunia di tahun 1920-an yang kerap disebut “The Roaring Twenties” pasca Perang Dunia Pertama, novel ini dinarasi oleh seorang pria bernama Nick Carraway. Dia baru saja pindah ke New York dan tinggal di suatu area bernama “Telur Barat” di Long Islan dekat kota New York tempat dia bekerja sebagai Pialang Saham. Dia menyewa rumah kecil yang kebetulan bertetangga dengan rumah mewah bak istana milik seorang pria misterius bernama Jay Gatsby, yang mana hampir setiap malam selama musim panas itu selalu menghelat pesta besar-besaran. Berada diantara cara hidup metropolitan New York, di sepanjang novel dikisahkan bagaimana Nick mengalami hal-hal yang berbeda dengan kebiasaannya. Ini nantinya akan menjadi penerapan atas nasihat ayahnya yang selalu dia kenang, tertulis di halaman pertama di novel ini, yang mana menetapkan karakter seorang Nick yang bisa dipercaya memegang rahasia, dan juga tidak terlalu cepat berprasangka saat mengamati karakter orang lain.

“Jika kamu merasa hendak mengkritik orang lain, ingatlah selalu bahwa tidak semua orang di dunia ini seberuntung diri kamu.”

Diantara beberapa hal yang dialaminya adalah melihat dengan jelas, bahwa bagi seorang pria bernama Gatsby, cinta benar-benar tak pernah padam. Gatsby jatuh cinta kepada sepupu Nick yang bernama Daisy lima tahun yang lalu sebelum perang dimulai. Saat itu Gatsby bergabung dengan Angkatan Bersenjata untuk ikut berperang. Setelah sekian lama menunggu namun Gatsby tak kunjung tiba, Daisy kemudian menikahi Tom. Tom ternyata adalah suami yang buruk karena sering kali berselingkuh dibelakang Daisy. Namun meski Daisy mengetahuinya, dia tetap tak meninggalkan suaminya dan hidup bersama di rumah mewah mereka di area “Telur Timur” bersama anak perempuan mereka. Di lain pihak, Gatsby berhasil menjadi orang kaya. Dia sengaja membeli rumah di “Telur Timur” agar bisa hidup dekat dengan Daisy yang lokasinya hanya terpisah teluk. Gatsbypun sengaja membuat pesta besar di rumahnya dengan harapan Daisy akan muncul di salah satu pesta tersebut. Namun hal itu tak pernah terjadi.

great_gatsby_ver17_xlgSebesar itulah cinta Gatsby kepada Daisy, dari seorang pemuda miskin menjadi kaya raya hanya agar bisa sejajar dengan Daisy dan menikahinya suatu hari kelak. Nick kemudian menjadi penghubung diantara mereka berdua, dimana dia bisa melihat cinta maha besar yang mereka miliki satu sama lain. Tapi Gatsby meminta lebih jauh dari sekedar cinta yang diberikan Daisy untuknya. Daisy tidak bisa mengulang masa lalu karena saat ini dia sudah menikah dengan Tom dan tak semudah itu meninggalkan suaminya. Tapi Gatsby tak hendak menyerah begitu saja untuk mencapai mimpinya menikahi Daisy dengan jalur yang benar, BUKAN hanya perselingkuhan. Hingga suatu saat terjadi sebuah tragedi yang menyudahi semua usahanya.

Dari sudut pandang Nick, kehidupan di New Yor sangat dipenuhi orang-orang munafik, dari para pendatang pesta sampai para pejabat dan pesohornya, dan bahkan Daisy sepupunyapun bertindak demikian karena tak mampu menghargai Gatsby yang telah mencintainya begitu besar. Nick bahkan harus rela kehilangan Jordan, seorang wanita yang dia suka, hanya karena Nick merasa muak dengan hal-hal lain yang terjadi di sekelilingnya. Di sisi lain, Gatsby adalah satu-satunya orang yang dipandangnya sebagai baik dan jujur. Meski bisnis yang dijalaninya tidak halal dan dia kerap kali berbohong kepada orang lain tentang sejarah dirinya menjadi orang kaya, namun Nick tetap menghargai kesungguhan Gatsby mencintai Daisy dan kebaikannya berteman dengan Nick. Pada akhir kisah, Nick tak tahan dengan kehidupan di New York dan memilih pindah ke kota lain.

 

FILMNYA

great_gatsby_ver19_xlgSebetulnya saya menonton tiga film adaptasi novel ini. Versi tahun 1974 yang dibintangi Robert Redford dan Mia Farrow, versi film televisinya di tahun 2000 yang dibintangi Toby Stephens dan Mira Sorvino dan Paul Rudd sebagai Nick, dan yang terakhir versi 2013 hasil karya Sutradara favorit saya Baz Luhrmann dan dibintangi oleh Leonardo DiCaprio dan Carey Mulligan. Masing-masing versi mungkin bersinar pada masanya, namun bagi saya tentu saja yang terakhir inilah yang paling benderang. Saya bahkan tak bisa membayangkan dalam satu atau dua dekade mendatang novel ini akan diproduksi ulang – terutama di layar lebar – setelah adaptasi tingkat tinggi yang dipamerkan Baz Luhrmann ini. Film ini sangat luar biasa menghadirkan visualisasi dan proyeksi karakter, hingga Hollywood tak akan berani membuatnya lagi dalam bentuk “film drama biasa”.

Disini saya tidak hanya menyoroti penggunaan teknologi 3D dan musik dari Jay-Z, yang mana sangat efektif menghadirkan glamorisasi dalam mengemas film ini. Tidak, tidak hanya itu yang membuatnya bagus! Yang menarik perhatian saya justru kepandaian skenario film ini untuk setia dengan novelnya, dan bahkan memberi warna yang kontras pada tiap adegan maupun karakter. Dramatisasinya luar biasa! Kita tidak perlu menebak apa yang dirasa oleh para aktornya, karena semua itu ditampakkan. Saat Baz ingin suatu adegan terkesan vulgar dan menjijikkan namun tetap kontemplatif buat Nick, dia benar-benar membuatnya seperti itu, simak saja adagan pesta kecil di sebuah apartemen di New York. Kita bisa benar-benar merasa bahwa Nick pastilah muak dengan ke-vulgar-an seperti itu, dan sebagai warna kontrasnya dibuatlah sebuah adegan sebagaimana tertulis dalam novel tentang kontemplasi Nick terhadap kehidupan di New York, yang mana Baz berhasil mem-visual-kannya dengan sempurna. Adegan ini tidak ada di versi film tahun 1974. Di akhir cerita kita akan “sungguh” mengerti betapa kehidupan di New York sangatlah menjijikkan bagi Nick. Dan saat Baz menginginkan adegan pesta extravaganza di rumah mewah milik Gatsby di Long Island, kita tak perlu lagi mempertanyakan kepiawaian sang maestro untuk mewujudkannya. Sungguh luar biasa! Dan yang terakhir adalah adegan-adegan romantis. Indahnya tak terkira! Glamornya tahun duapuluhan, rumah-rumah mewah, selambu yang beterbangan, mawar putih yang memenuhi ruangan, semua ditampakkan pada level terbaiknya! Ini adalah film kencan yang sempurna, meski tragis di akhir kisahnya.

great_gatsby_ver21_xlg

Setiap karakter diberi ruang dan waktu untuk menampakkan dirinya. Para aktor bermain cemerlang, terutama Leonardo DiCaprio yang menurut saya terlahir untuk menjadi Gatsby. Saya tidak mengatakan bahwa mereka akan mendapat nominasi Oscar di film ini, namun saya bisa bilang bahwa tak ada satupun dari mereka yang bermain buruk. Dan jika dibandingkan dengan versi adaptasi yang lain, saya lebih bisa mengenal Gatsby lebih baik di film ini. Leo dengan skenarionya dengan sinematografinya, telah membuat visualisasi yang jelas untuk Gatsby, tentang kebodohannya, kebaikannya, dan obsesinya terhadap cinta.

Satu-satunya yang tidak dimunculkan disini dari novelnya adalah munculnya ayah Gatsby di penghujung kisah. Menurut saya pribadi, hal ini tak terlalu mempengaruhi inti cerita. Kalaupun ada, itu hanyalah menambah deretan kebaikan Gatsby yang  kita sudah kenali sepanjang film, karena disini dia dikisahkan sebagaia anak yang berbakti kepada orang tua dan meminta maaf serta menyantuni mereka saat dia sudah jadi orang kaya dan sukses. Keputusan Baz untuk menghilangkan adegan ini cukup bisa dimengerti, mengingat durasi film ini sudah cukup lama yaitu 140 menit tanpa adegan tersebut. Dia mungkin juga mempertimbangkan untuk tidak memperpanjang antiklimaks setelah cerita berada pada puncaknya saat tragedi terjadi.

great_gatsby_ver7_xlg

Dengan segala kematangan di setiap aspek, menurut saya ini adalah film yang sangat baik dalam kaitannya untuk memahami sebuah karya sastra klasik. Film ini sangat efektif untuk memperkenalkan novel klasik yang berat kepada generasi yang lebih muda. Dan keberanian yang ditunjukkan oleh pihak distributor untuk meluncurkan film ini di musim panas berbarengan dengan film-film blockbuster seperti Ironman dan Startrek, adalah sebuah bukti optimisme mereka bahwa film “drama” ini benar-benar sebuah tontonan yang menghibur.

 

MAKNANYA

Dalam membaca buku atau menonton film, menurut saya penting bagi kita untuk mendapat makna darinya, baik yang baik maupun yang buruk. Dengan melakukan hal itu, kita akan bisa memperkaya diri dengan sensitifitas atas apapun yang terjadi dalam hidup kita maupun di dunia ini. Kita bisa memperluas wawasan dan mempertajam penilaian kita atas sesuatu, yang mana pada akhirnya akan membawa kita pada kebijaksanaan yang lebih baik. Saya biasanya dengan mudah mendapatkannya dari buku-buku Jane Austen, yang saking sukanya sampai saya buat sebuah novel terhadapnya. Dan sekarang, meskipun kisah di novel ini berbeda dengan novel-novel Jane Austen, saya akan coba mengemukaan beberapa makna disini.

great_gatsby_ver10_xlgCinta tak pernah padam, terutama bagi Gatsby. Nah, kalau saya masih di usia dua puluhan dulu saat sedang mengalami cinta pertama, saya mungkin akan mengusahakan sejauh itu untuk mendapatkan kembali cinta dari gadis yang meninggalkan saya. Tapi karena saya menontonnya sekarang di usia yang sudah menjelang empat puluh, saya cuma bisa bilang bahwa tindakan seperti itu tidak bijaksana. Satu hal yang tidak dimiliki Gatsby adalah kemampuan meng-IKHLAS-kan, meski jelas terlihat bahwa dia seorang yang baik hati dan penyayang. Dia percaya bahwa cinta Daisy untuknya tak pernah berubah dan tetap SAMA seperti dulu kala. Dia tidak mempertimbangkan bahwa kehidupan telah membentuk Daisy selama lima tahun mereka berpisah. Daisy sudah menikah! Dan PERNIKAHAN adalah sebuah konsep yang sagat berbeda dengan CINTA. Gatsby tidak mengerti itu.

great_gatsby_ver9_xlgDi sisi lai, Daisy adalah seorang yang “cantik nan bodoh”, seperti ungkapan yang dipakainya saat dia mendoakan anak perempuannya kelak jika sudah besar nanti. Namun demikian, sebagaimana cermin atau koin yang punya dua sisi, untuk kebahagiaan hidupnya sendiri Daisy justru adalah seorang yang bisa dengan cepat meng-IKHLAS-kan rasa sedihnya. Dia mencintai Gatsby sepenuh hati, dan bahkan hampir membatalkan pernikahannya dengan Tom saat mendapat surat dari Gatsby sehari sebelumnya. Tapi setelah kembali dari bulan madunya, Daisy berubah menjadi istri yang sangat mencintai suaminya. Nah, meskipun disini terkesan bahwa Daisy adalah karakter yang jahat, bodoh dan tak berperasaan karena begitu cepatnya berpaling hati dari Gatsby kepada Tom, saya secara pribadi berpendapat bahwa: berusaha sebaik mungkin untuk mencintai seorang yang kita nikahi adalah tindakan yang sangat bijaksana. Semua orang punya masa lalu yang ingin kita kesampingkan dari hidup kita. Bukan karena kita membenci masa lalu itu, namun lebih pada kesadaran kita bahwa masa lalu itu tak ada kaitannya dengan masa depan yang akan kita bangun. Sayangnya dalam kasus ini, Tom adalah seorang karakter yang buruk dibanding Gatsby, sehingga penonton akan dengan mudahnya lebih berpendapat bahwa Daisy adalah wanita bodoh karena tetap setia pada Tom, daripada melihatnya sebagai seorang bijaksana yang berusaha mempertahankan keutuhan rumah tangga.

Demikianlah RASA yang saya punya tentang THE GREAT GATSBY. Film adaptasinya tentunya sangat memanjakan mata, dan novelnya adalah karya klasik yang perlu kita baca. Dan di akhir novel ini, sebagaimana dikatakan oleh Nick di filmnya, kita bisa menarik pelajaran yang bagus dari Gatsby, yaitu bahwa apapun yang terjadi jangan pernah berputus asa untuk meraih kembali kebahagiaan yang dulu pernah kita rasakan. Hanya saja, pastikan kita melakukannya dengan cara yang baik, dan untuk tujuan yang baik pula.

“…esok kita akan lari lebih kencang, ulurkan tangan lebih panjang, sampai suatu hari nanti…kita akan terjang apapun, naiki kapal dan tentanglah arus, berusaha tak kenal lelah untuk kembali ke masa lalu.”

THE GREAT GATSBY

 

Advertisements

21 comments on “THE GREAT GATSBY: Novelnya, Filmnya dan Maknanya

  1. Pengen banget komen drtd 😀
    Tapi ini satu2nya web review yg sama dgn pandangan saya krn bbrp web banyak blg ini kurang ini kurang, beugh 😀

    Awal download film ini msh blm tw ttg apa, lama udh disimpen tp gak prnah ak ntn, stlh tanya adek yg ntn dluan ktny bgus tp endingnya gak jelas, tny adk sepupu ktny filmnya membosankan, gr2 suka lagu sia di film hunger games 2 akhirnya sy cri lagu sia yg lainnya, ternyata ada disoundtrack film ini, setelah dgr lagunya sia – kill and run barulah sy tertarik pengen ntn, udh misterius dr lagunya dgn alur musik yg slow dan penuh misteri.

    Akhirnya sy putuskan buat ntn walaupun telat hikzz 😦 Setelah ntn ternyata saya suka banget sm filmnya bahkan masih terbayang2 dgn sosok gatsby stlh bbrp hari ntn. Karakter gatsby sangat cocok diperankan sm d’caprio, dgn penggambaran awal sosok seorang yg misterius tp kaya raya ngadain pesta drmhnya tp gtw orgnya yg mana, menarik. Masih bingung dgn alasan awalnya seperti itu, tp setelah tau ternyata semua itu hanya untuk cinta wahhh rasanya, sampe dy bela2 beli rumah tepat sekali berhadapan dgn rumah daisy dgn alasan biar ttp merasa dekat dan acara itu biar daisy datang, sungguh alasan yg wah. Dan ketika mereka bertemu sosok gatsby yg sangat kuat bisa luntur hny krn bertemu cintanya lagi. Bayangkan gatsby yg tdnya dtg dgn pengawal berpakaian rapi dan menjaga sikapnya ttp cool akhirnya melakukan hal konyol keluar rmh hujan2 krn malu dan akhirnya masuk lagi basah kuyup dgn perasaan grogi. Akhirnya saya tau oh ternyata ini gatsby 😀
    Berkat nick yg mempercayakan gatsby utk memberanikan diri akhirnya gatsby hanyut dlm kehangatan saat bersama daisy bahkan ditegur dgn bunyi2 yg dibuat nick.
    Ketika daisy diajak berkeliling rumah gatsby disitu saya melihat sisi kelembutan dan kelemahan gatsby, dia sangat bahagia melihat kebahagiaan daisy yg terkagum dgn kemewahan glamor yg dimiliki gatsby. Seakan menjawab semua tujuan gatsby ini semua mmg dy persembahkan utk daisy. Walaupun disesi itu masih diperlihatkan sisi misterius gatsby disaat menerima telpon ntah dr siapa.

    Dan akhirnya kekuatannya pun perlahan lemah krn semakin dktnya dy dgn kekasih lamanya itu. Rumah megah yg awaknya bersinar kini perlahan redup krn gatsby mulai fokus dgn daisy sehingga melupakan semuanya, dy bahkan menduakan pekerjaannya. Walaupun pikiran kita mmg benar gatsby bekerja utk mafia tp sampai akhirnya dy dikambing hitamkan oleh daisy sendiri membuat simpatik kita kembali ke gatsby dan sampai akhir hayatnya yg masih menunggu kekasihnya dtg utk pergi bersama dy. Tapi apa bahkan ketika kematiannya orang2 enggan mengunjunginya, bahkan daisy sendiri gak mw terima tlpn dr nicky. Sungguh penghianatan yg tragis, padahal gatsby sdh berusaha sekeras itu utk dptkan daisy kembali.

    Utk peran tobey justru aku suka, dy jd narator krn dy yg paling dkt dgn gatsby dan banyak tau ttg rahasia gatsby bahkan dy merasa kehilangan sosok misterius yg seolah dy masih ingin banyak tau ttg kehidupan gatsby. Cara dy yg selalu santai expresinya yg seperti tak terjadi apa2 tapi dy lah yg paling banyak menyimpan rahasia, salah satunya perselingkuhan tom. Dia sangat2 bisa menjaga rahasia itu bahkan penghianatan daisy.

    Intinya difilm ini menceritakan ttg kisah cinta yg berujung penghianatan dan pengorbanan disatu sisinya. Seorang yg berkuasa dan berkarakter kuat hancur seketika krn cinta dan mati dgn membawa kesalahan2 yg dituduhkan kepadanya. Benar2 THE GREAT GATSBY.

    • Hai Lieblichi… 🙂 Maaf sy baru reply sekarang. Udah baca dari dulu sih resensi anda ini, tapi lalu saya kelupaan komen balik sampai sekarang, hehehe. Maaf yaaa… 🙂 Anyway… Tulisan anda ini menurut sy bukan komen, melainkan resensi film juga, hehehe. Bukannya saya keberatan dikomenin panjang lebar dan lengkap menceritakan ulang filmnya, hanya saja sangat disayangkan kalau tulisan ini tidak anda publish sebagai resensi film yg anda tulis di blog anda sendiri. Dan mungkin kalau anda bisa sering menulis, blog anda bisa punya section khusus resensi film. That would be awesome for your audience. 🙂 However, thank you for sharing your thoughts here in my blog. Saya senang kalau ada yg komen di tulisan saya, apalagi yg sependapat dng saya. 🙂 Salam kenal, and see you later. 🙂

  2. Saya baru nonton nih..fillmnya melalui tv cable. Cuman liatnya uda jalan sekitar setengah jam. Jd saya penasaran banget. Hiks sangat romantisss banget. Leo identik dengan peran2 gitu ya..sama kayak di Titanic..hehehe..
    Bgs resensinya ..rasanya sama spt rasa saya..hehehe..Rasanya kasian banget gatsby menyia-nyiakan hidupnya..thx ya bung uda diulas

    • You’re welcome!! Saya senang kalau dikomenin ttg resensi saya, hehehe. Film ini memang diromantisasi secara maksimal oleh sutradaranya, Buz Luhrman, my fave. Kalau anda nonton versi2 lainnya dijamin bosan deh, hahaha. Makanya, sebagai adaptasi karya sastra klasik dengan cara yg sangat modern begini, saya sangat sangat senang!! Biarin aja para kritikus menghina dina film ini, hehehe, yg penting pesannya novel itu nyampai buat saya. 🙂

  3. Great Gatsby!! Jatuh hati sama film nya ♡♡. Dua tahun yang lalu sudah pernah beli film Gatsby tapi baru seperempat film sudah membuat saya ngantuk, sampai saat ini ntah kemana film itu hilang di pinjam sana sini. Dan hari ini saya baru menyelesaikannya itu pun karna tugas dari dosen Literature 😀 harus mencari filmnya kembali cukup sulit, namun keberuntungan ada di pihak saya setelah toko ketiga saya kunjungi hanya tersisa satu ^^.

  4. memang film yang bagus , penuh makna dan pesan..
    ‘cinta’ memang perlu keikhlasan dan pengorbanan..
    saya pun sampai takjub anak saya usia 9th dan 12th begitu terkesan dengan film ini
    *diluar adegan vulgar tentunya*
    semoga ada manfaat yang baik bagi mereka..

    • Bu Veera…

      Baz Luhrman memang the master of style. Anak2 Ibu termasuk “korbannya”…hahaha, seperti saya juga. Syukurlah kalau film ini bisa disukai ke anak2 usia sekolah, karena sejatinya film ini adalah sastra klasik, yg kalau di Amerika mungkin masuk dalam kurikulum sekolah menengah. Pengadaptasiannya menjadi film, karena saya baca juga novelnya, menurut saya tidak merubah esensi dari novel aslinya. Ini penting, agar karya aslinya tidak diselewengkan.

      Melihat adaptasi novel “boring” menjadi film “eye catching” begini memang menyenangkan. Audience-nya jadi lebih banyak. Mungkin kalau Ibu menontonkan versi Robert Redford kepada anak2, pastilah mereka akan tertidur nyenyak, hahaha. 🙂

      • Aduuh kasihan mas mereka..
        nanti saja .. mungkin bisa
        jd alternatif tontonan pd saat sakit flu..😪😷😂😅

  5. saya setuju dengan penulis blog ini.. cinta pertama memang sangat sulit dilupakan..
    saya juga paham mengapa gatsby tidak mengerti dengan status deasy yang sudah punya suami. gatsby menginginkan sesutu yang berharga dalam jiwanya kembali padanya setelah perjalanan gatsby yang begitu banyak kehilangan, dialog itu ada pada saat berdebad dengan tom.
    udah berkali-kali nonton tapi gak bosen2.
    Download Lagu Terbaru

  6. Wah review yg sangat lengkap ya, mas. Sangat inspiratif dan dituangkan kedalam tulisan yg begitu rapi. Menurut saya terdapat tiga kata untuk mewakilkan perasaan saya setelah menonton film ini yaitu “wanita racun dunia”. Hehehe

  7. Many thanks before buat yg nulis review film ini…
    coz very helping me utk bikin resume film ini utk tugas mata kuliah psikologi ttg kaitannya dg karakter tokoh2 di film THE GREAT GATSBY
    udh cari ke web mana aja tp gak ada yg selengkap gini penjelasannya…
    sekali lg matur thank you yah kak @primasantika

  8. jujur sebenernya aku belum nonton film the great gatsby. ini blog terbaik yg mereview film dan buku the great gatsby secara lengkap. rasanya pengen langsung ke toko buku, beli buku the great gatsby. thank you, sudah memanjakan penjelajah blog 🙂

  9. maaf sebelumnya tangan saya gatel untuk komen disini 😀
    saya baru nonton filmnya dan sangat terbuka pikiran saya.
    awalnya tau film ini dari lagu mba lana tapi males nontonnya.
    saya disini sangat menggagumi gatsby, tapi tak dibenarkan juga bahwa dia seseorang yg tidak bisa mengikhlaskan cintanya, gak bisa moveon lah 😀
    menurut saya film ini keren atau mungkin ceritanya, karena didalammya penuh dengan kebohongan. dan membuat ceritanya sangat bagus(mindfuck).
    nick adalah salah satu kawan(oldsport) yg sejati. karena mempunyai teman banyak tidak berarti saat susah mereka akan membantu kita haha 😀

  10. Tindakan Daisy bijaksana? Menurut saya tidak, kalau memang dia menghargai pernikahan dan suaminya tidak mungkin dia jatuh keperluan gatsby lagi.

  11. Tindakan Daisy bijaksana? Menurut saya tidak, kalau memang dia menghargai pernikahan dan suaminya tidak mungkin dia jatuh keperluan gatsby lagi.
    Menurutku dia plin plan

    • Hai Nurika… 🙂

      Tentu saja Daisy ini tidak bijaksana pada awalnya. Dia bahkan menjuluki dirinya sendiri “cantik nan bodoh”. Tapi menurut saya, setelah dia terjerumus dalam cinta nostalgianya bersama Gatsby, at the end dia memilih dengan “bijaksana”, yaitu kembali ke dalam pelukan suaminya. Dia tak lagi menomorsatukan cinta. Cinta adalah permainan rasa yang “kurang esensial” kala rumah tangga sudah jadi taruhannya. Meski tak diceritakan secara detail dalam buku dan film, Daisy pastilah mempertimbangkan psikologis anaknya jika bercerai, masa depan dirinya secara finansial dengan Gatsby yang OKB (Orang Kaya Baru) dan pekerjaan yang “terselubung” dibanding suaminya yang terlahir kaya dengan bisnis nyata. Kenyataan bahwa sang suami masih mau menerima Daisy meski ketahuan selingkuh dengan Gatsby, merupakan “bukti” cinta yang kuat dan keseriusan yang tinggi dalam membina rumah tangga. Pada akhirnya, dalam kebanyakan rumah tangga, jika kedua pasangan ingin mempertahankan bahtera pernikahan mereka, maka “memaafkan dan menerima” adalah kunci kala tertimpa musibah dan khilaf melakukan salah.

      That is, Nurita, in my humble opinion… 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s