Catatan Tentang JILBAB ISTRIKU

Cantiknya istriku…

Aku tahu itu…

Siapa lagi yang wajib bilang begitu…

Kalau bukan aku…

 

Mungkin ini subyektif…

Atau bahkan terlalu naif…

Menurutku cuma masalah perspektif…

Bahwa apapun adanya, istri harus dipandang positif…

 

Istriku sekarang berjilbab…

Dia sendiri yang minta tanpa sebab…

Pernah dulu dia minta tapi aku tak tanggap…

Kali ini kubolehkan karena akunya juga siap…

 

Berjilbab seharusnya mudah…

Kalau cuma merubah fashion jadi indah…

Akan jadi kompleks kalau diniatkan ibadah…

Karena cobaan akan datang dibalik berkah…

 

Dukungan mengalir deras…

Semua bilang cantik, semua memuji paras…

Justru disinilah ujian pertama melintas…

Berbentuk standar kecantikan yang ingin terbias…

 

Istriku sayang, jangan biarkan iman melayang…

Hanya karena tuntutan cantik lahir batin dari semua orang…

Meski tangis putus asa sempat datang menghadang…

Tingkatkan IKHLAS dan SABAR disamping sembahyang…

 

Insya Allah nantinya akan tercurah barokah…

Buat Mamah, buat Papah, buat keluarga kita agar sakinah…

…amin.

 

Cantiknya istriku…

Aku tahu itu…

Bukan karena kewajibanku…

Tapi karena hatiku bilang begitu…

 

…i love you, istriku…

 

17 July 2010

In my good conscious…in my romantic mood…and Clair de Lune played on my ear.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s